Tentang PKR-DDLB

Pusat Kolaborasi Riset Daya Dukung Lingkungan Berkelanjutan (PKR-DDLB) merupakan kegiatan yang diinisiasi oleh Institut Teknologi Nasional Bandung (ITENAS), Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Padjadjaran (UNPAD) dan Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah (BP2D) Jawa Barat.

PKR-DDLB dibentuk untuk menjawab permasalahan lingkungan dan mengembangkan kajian daya dukung lingkungan yang berkelanjutan secara kuantitatif, khususnya melalui pengembangan indeks kualitas lingkungan, sebagai salah satu tools dalam pengambilan keputusan dan penyusunan program pengelolaan pembangunan berkelanjutan di berbagai daerah di Indonesia. Hal ini diperlukan untuk menghasilkan keputusan yang mampu menjamin pemanfaatan sumber daya alam tanpa merusak kelestariannya untuk generasi sekarang dan generasi mendatang.

PKR-DDLB dalam pelaksanaanya dikelompokkan menjadi 4 kelompok bidang riset (Research Hub), yaitu:
(1) bidang riset sumberdaya lahan;
(2) bidang riset sumberdaya air;
(3) bidang riset sumber daya udara; dan
(4) bidang riset dampak terhadap ekosistem.

PKR-DDLB didukung oleh para pakar dan periset dengan berbagai kompetensi, diantaranya: teknik lingkungan, manajemen lingkungan, kesehatan lingkungan, ekonomi lingkungan, mikrobiologi lingkungan, air limbah, persampahan, pengolahan air bersih, air minum dan air limbah, pengelolaan kualitas lingkungan, kualitas udara, pemodelan polusi udara dan iklim, lingkungan pertambangan, limbah b3 dan analisa risiko, konservasi tanah dan air, pengelolaan air tanah, kesuburan tanah, silvikultur, kimia dan mikrobiologi.

Pusat Kolaborasi Riset Daya Dukung Lingkungan Berkelanjutan (PKR-DDLB) diharapkan dapat menjadi suatu pusat kerjasama antar institusi untuk mengembangkan berbagai kajian iptek di bidang lingkungan, khususnya yang terkait dengan pengembangan metode dan aplikasi daya dukung lingkungan. Kehadiran PKR-DDLB diharapkan dapat menghasilkan berbagai macam inovasi yang dapat diaplikasikan di masyarakat, khususnya para pemangku wilayah dalam pemanfaatan sumberdaya alam yang berkelanjutan (sustain).